Jumat, 06 November 2020

Pencak Silat

Pencak Silat

Gurupendidikan.com – Pencak silat atau silat merupakan seni olahraga beladiri yang berasal Asia Tenggara ( Indonesia, Brunei Darusaalam, Singapura, Filipina, Thailand). “Silat” adalah istilah yang dikenal secara luas di kawasan Asia Tenggara untuk menyebut seni bela diri ini. Meskipun masing-masing Negara tersebut juga memiliki penyebutan sesuai bahasa lokal mereka seperti gayong dan cekak (Malaysia dan Singapura), bersilat (Thailand), dan pasilat (Filipina).

Pencak-Silat
Pencak Silat

Di Indonesia, nama pencak silat digunakan sejak 1948 untuk mempersatukan berbagai aliran seni bela diri tradisional yang ada di Indonesia. Awalnya pencak merupakan nama yang digunakan di Jawa, sedangkan silat digunakan di Sumatera, Semenanjung Malaya dan Kalimantan. Namun seiring berjalannya waktu, istilah pencak digunakan pada atraksi yang lebih mengedepankan unsur seni dan keindahan gerakan. Sedangkan istilah silat dgunakan untuk atraksi yang mengedepankan unsur pertarungan.

Pengertian Pencak Silat

Dalam kamus bahasa Indonesia, pencak silat merupakan permainan (keahlian) dalam mempertahankan diri dengan kepandaian menangkis, menyerang, dan membela diri. Pencak silat juga diartikan oleh menurut beberapa ahli sebagai berikut:

  • 1. Pencak silat adalah gerak bela diri tingkat tinggi yang disertai dengan perasaan, sehingga merupakan penguasaan gerak efektif dan terkendali serta sering dipergunakan dalam latihan sabung atau pertandingan.
  • 2. Pencak silat adalah sebagai fitrah manusia untuk membela diri dan sebagai unsur yang menghubungkan gerakan, dan pikiran (olah gerak dan olah pikir).

Dari beberapa definisi tersebut, maka pencak silat dapat diartikan sebagai hasil budaya manusia Indonesia untuk membela, mempertahankan eksistensi dan integritas terhadap lingkungan hidup, alam sekitarnya untuk mencapai keselarasan hidup guna peningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT.

Asal Usul Silat di Indonesia

Mengenai asal usul pencak silat di Indonesia, sampai saat ini belum ada yang dapat memastikan kapan dan bagaimana asal muasal pencak silat ini. Ada yang menyebut adanya bela diri ini karena kemampuan para nenek moyang untuk melindungi dan mempertahankan kehidupannya atau kelompoknya dari tantangan alam. Mereka menciptakan berbagai jurus dengan menirukan berbagai gerakan binatang seperti kera, harimau, ular, atau burung elang.

Selain itu, ada pula yang menyebut asal usul seni bela diri karena keterampilan berbagai suku di Indonesia dalam berburu dan berperang dengan menggunakan berbagai senjata seperti parang, tombak, dan perisai. Misalnya suku Nias yang terampil menggunakan parang. Adat dan tradisi suku Nias dipercaya hingga abad ke 20 tidak tersentuh budaya luar sama sekali.

Meskipun asal muasal pencak silat belum diketahui secara pasti namun diyakini pencak silat mulai tersebar dan berkembang di Indonesia sejak abad ke 7 masehi. Pencak silat tersebut berkembang secara lisan, dari mulut ke mulut seperti dari guru ke murid. Ada yang menyebut bahwa perkembangan silat berasal dari cerita legenda seperti cerita kerajaan Sriwijaya dan Majapahit yang dikenal memiliki pendekar-pendekar yang menguasai beladiri dan ilmu kanuragan serta memiliki prajurit yang juga mahir dalam beladiri.

Asal-Usul-Silat-di-Indonesia

Menurut seorang peneliti silat Donald F. Draeger, bukti adanya seni bela diri bisa dilihat dari artefak senjata yang ditemukan dari masa klasik serta pahatan relief-relief di candi Prambanan dan Borobudur yang menunjukkan sikap kuda-kuda silat.

Sementara itu menurut Shamsuddin, perkembangan silat mendapat pengaruh dari beladiri China dan India. Hal ini karena sejak awal budaya Melayu telah mendapat pengruh dari kebudayaan yang dibawa oleh pedagang dari India, Cina, dll.


Menurut legenda Minangkabau, silat atau silek (dalam bahasa Minangkabau) diciptakan oleh Datuk Suri Diraja dari Pariangan, Tanah Datar di kaki Gunung Marapi pada abad ke 11. Silat atau silek kemudian dibawa dan dikembangkan oleh para perantau Minang ke seluruh kawasan Asia Tenggara.

Adapula cerita silat dari tanah sunda tentang asal mula aliran silat Cimande yang mengisahkan tentang seorang perempuan yang menirukan gerakan pertrukan antara harimau dan monyet.


Sejarah Pencak Silat

Menurut ahli sejarah, pencak silat pertama kali ditemukan di Riau pada zaman Kerajaan Sriwijaya di abad ke VII, kemudian menyebar ke Semenanjung Malaka dan Pulau Jawa. Lalu pada abad ke XVI Kerajaan Majapahit memanfaatkan pencak silat sebagai ilmu perang untuk memperluas wilayahnya. Perguruan PSN ISMD (Pencak Silat Nasional Ikatan Seni Membela Diri)

Putra Setia didirikan sejak tahun 80an oleh Al Habib Haji Muchtar Hasfulloh. Nama Putra Setia diusulkan oleh Bapak Daeng, selaku pengurus IPSI yang bermakna yaitu:

  • 1. Setia kepada Allah dengan ibadah
  • 2. Setia dan bakti kepada orang tua
  • 3. Setia kepada Negara dan masyarakat yang baik.

Kemudian masuk IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) dan diresmikan tanggal 28 Oktober 1988. PSN ISMD Putra Setia memiliki beberapa cabang di Indonesia. Yaitu di Jakarta Barat, Bekasi, Jatinegara, Indramayu, dll. Dan berpusat di Padepokan IPSI TMII, Jalan Satria I No.64 RT 008 RW 002, Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur.

Untuk wilayah Jakarta Barat, terdapat di Jalan Pegadungan Koang, Kalideres. Lalu PSN ISMD Putra Setia masuk menjadi salah satu program ekstrakurikuler di SMKN 42 Jakarta Barat pada tahun 1994. Pembina ekstrakurikuler pencak silat di SMKN 42 adalah Pak Nurdin, yaitu guru olahraga di SMKN 42. Lalu anggota ekskul pencak silat dilatih oleh Rony, Kujang, Faisal, Ferdi, Oge, Puji, Dayat, dkk.


Teknik-Teknik dalam Pencak Silat

  • 1. Teknik Dasar

  1. Kuda-kuda
  2. Sikap Pasang
  3. Gerak Langkah
  4. Jurus
  • 2. Teknik Serang

  1. Pukulan
  2. Tendangan
  3. Tangkisan
  4. Bantingan

Tingkatan dalam Pencak Silat

  • 1. Pemula

Mempelajari semua tahap dasar.

  • 2. Menengah

Difokuskan pada semua gerakan dasar, pemahaman, variasi, dan bakat pesilat mulai terlihat.

  • 3. Pelatih

Hasil dari kemampuan yang matang berdasarkan pengalaman di tahap pemula dan menengah.

  • 4. Pendekar

Pesilat yang telah diakui oleh para sesepuh perguruan, mereka akan mewarisi ilmu ilmu rahasia tingkat tinggi.


Jurus Pencak Silat

Pesilat berlatih dengan jurus-jurus. Jurus ialah rangkaian gerakan dasar untuk tubuh bagian atas dan bawah, yang digunakan sebagai panduan untuk menguasai penggunaan tehnik-tehnik lanjutan pencak silat (buah), saat dilakukan untuk berlatih secara tunggal atau berpasangan. Penggunaan langkah, atau gerakan kecil tubuh, mengajarkan penggunaan pengaturan kaki. Saat digabungkan, itulah Dasar Pasan, atau aliran seluruh tubuh.


Ciri Ciri Pencak Silat

Ciri Secara Umum

  • 1. Mempergunakan seluruh bagian tubuh dan anggota badan sebagai alat penyerangan dan pembelaan diri
  • 2. Dapat dilakukan dengan atau tanpa alat (senjata)
  • 3. Pencak silat tidak memerlukan senjata tertentu, tetapi  benda apapun dapat dijadikan sebagai senjata.

Secara khusus pencak silat bercirikan:

  • 1. Sikap tenang, lemas dan waspada
  • 2. Tidak hanya mengandalkan kekuatan atau tenaga, tetapi menggunakan kelentukan, kelincahan, kecepatan dan ketepatan.
  • 3. Lebih memperhatikan posisi dan perubahan pemindahan berat badan.
  • 4. Manfaatkan serangan/tenaga lawan, sehingga
  • 5. Mengeluarkan tanaga seefisien mungkin

Peraturan Pencak Silat

Aturan bertanding

  1. Pesilat saling berhadapan dengan menggunakan unsur pembelaan dan serangan Penak Silat serta yang dimaksud dengan kaidah adalah bahwa dalam mencapai prestasi teknik, seorang pesilat harus mengembangkan pola bertanding yang dimulai dari sikap pasang, langkah serta mengukur jarak terhadap lawan dan koordinasi dalam melakukan serangan / pembelaan serta kembali ke sikap pasang.
  2. Pembelaan dan serangan yang dilakukan harus berpola dari sikap awal / pasang atau pola langkah, serta adanya joordinasi dalam melakukan serangan dan pembelaan. Setelah melakukan serangan / pembelaan harus kembali pada sikap awal / pasang dengan tetap menggunakan pola langkah. Wasit akan memberikan aba-aba “ LANGKAH “ jika seorang pesilat tidak melakukan teknik Pencak Silat yang semestinya.
  3. Serangan beruntun harus tersusun dengan teratur dan berangkai dengan berbagai cara kearah sasaran sebanyak-banyaknya 4 jenis serangan. Pesilat yang melakukan rangkaian serang bela lebih dari 4 jenis akan diberhentikan oleh wasit.
  4. Serangan sejenis dengan menggunakan tangan yang dilakukan secara beruntun dinilai satu serangan. Serangan yang dinilai adalah serangan yang menggunakan pola langkah, tidak terhalang, mantap, bertenaga dan tersusun dalam koodinasi teknik serangan yang baik.
  5. Aba-aba Pertandingan
  • Aba-aba “BERSEDIA” digunakan dalam persiapan sebagai peringatan bagi pesilat dan seluruh aparat pertandingan bahwa pertandingan akan segera dimulai.
  • Aba-aba “MULAI” diguinakan tiap pertandingan dimulai dan akan dilanjutkan, bisa pula dengan isyarat.
  • Aba-aba “BERHENTI” diguinakan untuk menghentikan pertandingan.
  • Aba-aba “PASANG” dan “SILAT” diguinakan untuk pembinaan.
  • Pada awal dan akhir pertandingan setiap babak ditandai dengan memukul gong.

Tata cara pertandingan

  1. Persiapan dimulainya pertandingan diawali dengan masuknya Wasit dan juri ke gelanggang Wasit Juri memberi hormat dan melapor tentang akan dimulainya pelaksanaan tugas kepada ketua pertandingan.
  2. Setiap pesilat yang akan bertanding setelah mendapat isyarat dari Wasit, memasuki gelanggang dari sudut masing-masing, kemudian memberi hormat kepada Wasit dan ketua Pertandingan. Selanjutnya kedua pesilat kembali mengambil tempat di sudut yang telah ditentukan.
  3. Untuk memulai pertandingan, Wasit memanggil kedua pesilat, seterusnya kedua pesilat berjabatan tangan dan siap untuk memulai pertandingan.
  4. Setelah Wasit memeriksa kesiapan semua petugas dengan isyarat mematuhi larangan-larangan yang ditentukan.
  5. Pada waktu istirahat antara babak, pesilat harus kembali ke sudut masing-masing. Pendamping Pesilat melaksanakan fungsinya sesuai ketentuan pasal 5 ayat 4.
  6. Selain Wasit dan kedua pesilat, tidak seorangpun berada dalam gelanggang kecuali atas permintaan Wasit.
  7. Setelah babak akhir selesai, kedua pesilat kembali ke sudut masing – masing untuk menunggu keputusanpemenang.
  8. Selesai Pemberian hormat dan berjabatan tangan.

Sasaran

Yang dapat dijadikan sasaran sah dan bernilai dalah “Togok” yaitu bagian tubuh kecuali leher keatas dan dari pusat kemaluan.: Dada, Perut (pusat keatas),Rusuk kiri dan kanan, Punggung atau belakang badan. Bagian tungkai dan lengan dapat dijadikan sasaran serangan antara dalam usaha menjatuhkan tetapi tidak mempunyai nilai sebagai sasaran perkenaan.

Larangan

Larangan yang dinyatakan sebagai pelanggaran :

  • Pelanggaran berat, Menyerang bagian badan yang tidak sah yaitu leher, kepala serta bawah pusat hingga kemaluan dan mengakibatkan lawan cidera / jatuh, Usaha mematahkan persendian secara langsung, Sengaja mematahkan persendian secara langsung, Membenturkan / menghantukkan kepala dan menyerang dengan kepala, Meyerang lawan sebelum aba-aba “MULAI” dan menyerang sesudah aba-aba “BERHENTI” dari wasit, menyebabkan lawan cidera, Menggumul, menggigit, mencaka, mencengkeram dan menjambak, Menentang, menghina, mengeuarkan kata-kata yang sopan, meludahi dll,Melakukan penyimpangan terhadap aturan bertanding setelah mendapat peringatan I karena pelanggaran hal tersebut.

Pelanggaran Ringan

  • Tidak menggunakan pola langkah dan sikap pasang, Keluar dari gelanggang secara berturut yang dimaksud dengan berturut-turut adalah dari 2 kali dalam 1 babak, Merangkul lawan dalam proses pembelaan, Melakukan serangan dengan teknik sapuan sambil merebahkan diri berulang kali dengan tujuan untuk mengulur waktu.

Nilai Hukuman

Ketentuan nilai hukuman :

  • Nilai – 1 (kurang 1) diberikan bila pesilat mendapatkan Tegoran I
  • Nilai – 2 (kurang 2) diberikan bila pesilat mendapatkan Tegoran II
  • Nilai – 5 (kurang 5) diberikan bila pesilat mendapatkan Peringatan
  • Nilai – 10 (kurang 10) diberikan bila pesilat mendapatkan Tegoran

Penentuan Kemenangan

  • Menang angka

Bila jumlah Juri yang mentukan menang atas seorang pesilat lebih banyak dari pada lawan. Penentuan keenangan dilaksanakan oleh masing-masing Juri. Bila terjadi hasil nilai yang sama maka pemenang ditentukan berdasarkan pesilat yang paling sedikit mendapat nilai hukuman. Bila hasilnya masih sama, maka pemenangnya adalah pesilat yang mengumpulkan nilai prestasi teknik tertinggi / paling banyak. Pada dasarnya nilai 1 + 2 adalah lebih tinggi dari nilai 2 saja. Bila hasilnya masih sama, maka pertandingan ditambah 1 (satu) babak lagi. Bila hasilnya masih sama, maka tidak perlu diadakan penimbangan ulang, namun dilihat dari hasil penimbangan berat badan 15 menit sebelum bertanding. Bila hasilnya tetap sama, maka diadakan undian oleh Ketua Pertandingan yang disaksikan oleh Delegasi Teknik dan kedua Menejer Tim. Hasil Penilaian Juri diumumkan pada papan nilai, setelah babak terakhir / penentuan kemenangan selesai dilaksanakan.

  • Menang Teknik

Karena lawan tidak dapat melanjutkan pertandingan karena permintaan pesilat sediri / mengundurkan diri. Karena keputusan Dokter Pertandingan.Dokter Pertandingan diberi waktu 60 detik untuk memutuskan apakah Pesilat bersangkutan dinyatakan “Fit”atau”Tidak Fit” (Unfit). Setelah 60 detik Wasit akan menanyakan kepada Dokter Pertandingan apakah Pesilat bersangkutan “Fit” atau”Tidak Fit” (Unfit) Atas permintaan Permintaan Pendamping Pesilat Atas keputusan Wasit.

  • Menang Mutlak.

Penentuan Menang Mutlak ialah bila lawan jatuh karena serangan yang sah dan menjadi tidak dapat bangkit segera dan atau nanar, maka setelah hitungan Wasit ke 10 dan tidak dapat berdiri tegak dengan sikap pasang


Ukuran Lapangan Pencak Silat

Arena pertandingan pencak silat dapat di deskripsi-kan sebagai berikut :

  • 1.berbentuk persegi dengan luas total 10m X 10m
  • 2.terdiri dari dua area yaitu area bertanding 8X8m di bagian dalam dan area pengaman 1m mengelilingi bagian luar area pertandingan(biasanya dibedakan dengan perbedaan warna)
  • 3.terdapat 2 lingkaran lingkaran 1 berdiameter 3m digunakan sebagai jarak sikap pasang dan lingkaran ke-2 berdiameter 8m digunakan sebagai batas arena bertanding
  • 4.di dua sudut-sudut yang berjauhan biasanya satu puzel matras berwarna merah dan satu puzel matras di sudut lainnya berwarna biru
Gambar-Gelanggang-Pencak-Silat
Gambar Gelanggang Pencak Silat

Organisasi Pencak Silat

  • PERSILAT- Persekutuan Pencak Silat Antara Bangsa
  • IPSI- Ikatan Pencak Silat Indonesia
  • FP2STI- Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia
  • PESAKA Malaysia- Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia
  • PERSISI- Persekutuan Silat Singapore
  • EPSF- European Pencak Silat Federation

Kuda kuda pada pencak silat

kuda-kuda adalah teknik yang memperhatikan sikap dari kedua kaki dalam keadaan statis. teknik ini digunakan  untuk mendukung sikap pasang pencak silat. kuda-kuda juga dipergunakan sebagai latihan dasar pencak silat untuk memperkuat otot-otot kaki.

Macam-macam kuda-kuda

  1. kuda-kuda depan

    adalah     Kuda-kuda depan yakni kuda-kuda dengan sikap salah satu kaki berada di depansedangkan kaki lainnya di belakang dan berat badan ditopang oleh kaki depan.Posisi keduatelapak kaki membentuk sudut + 30 derajat.

  1. kuda-kuda belakang

     yakni kuda-kuda dengan sikap salah salah kaki berada di depan,sedangkan kaki lainnya berada di belakang dan berat badan sepenuhnya ditopang oleh kaki belakang. Posisi telapak kaki depan lurus dan telapak kaki belakang membentuk sudut + 60derajat. kuda-kuda belakang (tampak sisi kanan), kuda-kuda belakang (tampak sisi kiri), kuda-kuda belakang (tampak sisi depan)

  1. kuda kuda tengah

    yakni kuda-kuda dengan sikap kedua kaki melebar sejajar dengan bahudan berat badan ditopang secara merata oleh kedua kaki, dapat juga dilakukan dengan posisiserong. Posisi kedua telapak kaki serong membentuk sudut + 30 derajat. Kuda-kuda tengah (tampak depan), kuda-kuda tengah (tampak samping), kuda-kuda tengah (tampak depan)

  1. Kuda-kuda samping

    yakni kuda-kuda dengan posisi kedua kaki melebar sejajar dengan tubuh dan berat badan ditopang oleh salah satu kaki yang menekuk. Posisi ke dua telapak kakisejajar membentuk sudut + 30 derajat

  1. kuda-kuda samping depan

yakni kuda-kuda dengan posisi kedua kaki melebar sejajar denagn tubuh dan berat badan ditopang oleh kaki  yang berada didepan.

  1. kuda-kuda samping belakang

    yakni kuda-kuda denagn posisi kedua kaki melebar sejajar dengan tubuh dan berat badan ditopang oleh kaki yang berada dibelakang.


Manfaat dalam Pencak Silat

  • 1. Kesehatan dan Kebugaran
  • 2. Membangkitkan rasa percaya diri
  • 3. Melatih ketahanan mental
  • 4. Mengembangkan kewaspadaan diri yang tinggi
  • 5. Membina sportivitas dan jiwa ksatria
  • 6. Disiplin dan keuletan menjadi lebih tinggi
  • 7. Mengutamakan akhlaqul karimah
  • 8. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME

Sejarah Perkembangan Pencak Silat di Indonesia

Sejarah perkembangan silat mulai tercatat ketika penyebarannya banyak dipengruhi oleh kaum penyebar agama Islam pada abad ke 14 di Nusantara. Pada masa itu silat menjadi pelajaran utama yang banyak diajarkan di berbagai surau atau pesantren. Bisanya latihan bela diri ini dilakukan sebelum mereka mengaji. Sehingga pencak silat menjadi bagian tak terpisahkan dari latihan spiritual.

Sejarah-Perkembangan-Pencak-Silat-di-Indonesia

Selain sebagai bagian dari latihan spiritual, silat juga menjadi bagian tak terpisahkan dalam upacara adat berbagai suku di Indonesia. Misalnya kesenian tari randai yang tak lain adalah gerakan silek Minangkabau. Suku lainnya yang menggunakan pencak silat dalam adat tradisinya adalah Betawi. Betawi memiliki tradisi palang pintu yaitu peragaan silat betawi yang dikemas dalam sebuah sandiwara kecil yang diperagakan sebelum akad nikah. Tradisi palang pintu menceritakan perjalanan rombongan pengantin pria menuju rumah pengantin wanita yang dihadang oleh jawara (pendekar) kampung setempat yang juga menaruh hati kepada wanita tersebut. Alkisah terjadilah pertarungan antara jawara-jawara penghadang dengan pendekar-pendekar pengiring pengantin pria yang tentu ssaja dimenangkan oleh para pendekar dari pengantin pria.

Bermula sebagai bentuk bela diri dan seni tari tari rakyat, pencak silat kemudian menjadi bagian dari pendidikan bela negara untuk menghadapi penjajah asing terutama dalam menghadapi penjajah Belanda. Hingga tercatatlah berbagai pahlawan yang juga seorang pendekar seperti Panembahan Senopati, Sultan Agung, Pangeran Diponegoro, Teuku Cik Di Tiro, Teuku Umar, Imam Bonjol, serta para pendekar wanita, seperti Sabai Nan Aluih, Cut Nyak Dhien, dan Cut Nyak Meutia, yang menggunakan pencak silat untuk mengusir penjajah.

Pencak silat terus terus mengalami perkembangan dan memunculkan berbagai aliran silat di berbagai daerah di Indonesia. Seperti aliran Cimande dan Cikalong, aliran silat Merpati Putih di jawa tengah, aliran Perisai Diri di Jawa Timur dan masih banyak lagi. Menyadari pentingnya untuk menyatukan seluruh aliran-aliran silat di seluruh Indonesia serta untuk lebih mengembangkan peranan pencak silat, pada tanggal 18 mei 1948 terbentuklah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Kini IPSI tercatat sebagai organisai silat tertua di dunia.

Perkembangan-Pencak-Silat-di-Indonesia

Atas prakarsa Eddie M. Nalapraya yang saat itu menjabat sebagi ketua IPSI, pada tanggal 11 maret 1980 terbentuklah Persatuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat). Acara tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Keempat negara itu termasuk Indonesia, ditetapkan sebagai pendiri Persilat.

Beberapa organisasi silat di Asia:

  • Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di Indonesia.
  • Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia (PESAKA) di Malaysia
  • Persekutuan Silat Singapore (PERSIS) di Singapura.
  • Persekutuan Silat Brunei Darussalam (PERSIB) di Brunei.

Atas jasa para pelatih-pelatih silat dari Indonesia, pencak silat juga berkembang di Vietnam dan bahkan telah menghasilkan banyak pendekar-pendekar tangguh. Selain itu, puluhan perguruan-perguruan silat juga tumbuh di Amerika Serikat dan Eropa. Silat kini telah secara resmi masuk sebagai cabang olahraga dalam pertandingan internasional, khususnya dipertandingkan dalam SEA Games.

Demikian artikel tentang Sejarah Bela Diri Pencak Silat di Indonesia semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan.

DAFTAR PUSTAKA

Sheikh Shamsuddin (25 November 2005). The Malay Art Of Self-defense: Silat Seni        Gayong. North Atlantic Books. ISBN 1-55643-562-2.

Quintin Chambers and Donn F. Draeger (25 November 1979). Javanese Silat: The            Fighting Art of Perisai Diri. ISBN 0-87011-353-4.

Donn F. Draeger (25 November 1992). Weapons and fighting arts of Indonesia. Rutland, Vt. : Charles E. Tuttle Co. ISBN 978-0-8048-1716-5.

Senin, 12 Oktober 2020

 Seni Rupa: Pengertian, Unsur-Unsur, Fungsi, dan Jenisnya

Apa yang dimaksud dengan seni rupa (fine art)? Pengertian Seni Rupa adalah suatu cabang seni yang menghasilkan karya seni dimana bentuk dan kualitasnya dapat dirasakan oleh indera manusia, khususnya indera penglihatan dan indera peraba.

Ada juga yang mengatakan pengertian seni rupa adalah cabang kesenian yang menghasilkan suat karya yang dapat dinikmati oleh masyarakat secara umum karena dapat memiliki bentuk dan wujud nyata dan dapat dilihat.

Dengan kata lain, fine art merupakan suatu karya seni yang fokus pada keindahan visual dan juga sentuhan. Bagi orang-orang tertentu, karya seni ini dapat menjadi suatu hiburan tersendiri hanya dengan melihat atau menyentuhnya saja.

Melalui cabang seni ini seseorang dapat menunjukkan ekspresi dalam dirinya kepada orang lain. Berdasarkan bentuknya, seni rupa dapat dibagi menjadi dua, yaitu;

  1. Seni 2 Dimensi, yaitu karya seni yang hanya dapat dilihat dari satu sudut pandang saja dan mempunyai dimensi panjang dan lebar.Contoh; seni lukisan, seni relief, seni grafis, dan lainnya.
  2. Seni 3 Dimensi, yaitu karya seni yang berbentuk seperti bangun ruang dan memiliki volume dimana dimensinya terdiri dari panjang, lebar, dan tinggi. Contoh; seni patung, seni arsitektur, seni kriya, seni keramik, dan lainnya.

Unsur-Unsur Seni Rupa

unsur seni rupa
Warna merupakan unsur seni

Mengacu pada penjelasan di atas, ada beberapa unsur yang membentuk suatu seni. Adapun unsur-unsur seni rupa adalah sebagai berikut:

1. Unsur Titik

Titik adalah unsur terkecil dan merupakan dasar dari semua ide seni yang akan dibuat oleh seorang seniman.

2. Unsur Garis

Garis adalah unsur yang menggabungkan semua titik-titik menjadi suatu bentuk tertentu. Garis tersebut akan membentuk ciri khas dan watak suatu karya seni (kaku, lentur, keras, dan sebagainya.

3. Unsur Bidang

Bidang adalah hasil pengembangan dan penggabungan dari banyak garis sehingga menghasilkan beberapa sisi dalam suatu karya seni.


4. Unsur Bentuk

Bentuk adalah unsur yang membuat suatu karya seni menjadi lebih bermakna dan hidup dengan segala detail dan sentuhan yang membuatnya lebih indah.

5. Unsur Ruang

Unsur ruang merupakan unsur yang mempunyai sifat nyata dan semu, tergantung pada dimensinya (2D dan 3D).

6. Unsur Warna

Warna merupakan unsur yang sangat penting pada suatu karya seni. Paduan warna dapat membuat suatu karya seni menjadi lebih indah.

7. Unsur Tekstur

Dalam hal ini tekstur adalah sifat atau keadaan yang terdapat pada suatu karya seni. Dalam seni, tekstur terdiri dari dua jenis yaitu tekstur semu dan tekstur nyata.

8. Unsur Terang dan Gelap

Unsur terang-gelap merupakan unsur yang dapat membuat suatu karya seni terlihat lebih nyata karena berhubungan dengan detail suatu objek dalam seni rupa.

Fungsi Seni Rupa

Fungsi Seni Rupa

Secara umum, fungsi seni rupa dapat dibagi menjadi dua. Adapun fungsi seni rupa adalah sebagai berikut:

1. Fungsi Individu

Seni rupa dapat berfungsi sebagai pemuas kebutuhan individu, khususnya bagi seorang seniman. Ada kepuasan batin yang dirasakan oleh seorang seniman ketika dapat mengekspresikan dirinya melalui karya seni yang mereka ciptakan.

2. Fungsi Sosial

Selain kepuasan individu, kepuasan batin juga dapat dirasakan oleh masyarakat para pecinta seni dari suatu seni rupa yang mereka lihat. Itu sebabnya ada banyak orang yang membeli suatu karya seni yang mereka sukai meskipun harganya mahal.

Selain fungsi individu dan sosial, seni rupa juga memiliki fungsi lainnya yaitu;

  • Sebagai sarana pemenuh kebutuhan emosional individu, misalnya untuk mengekspresikan diri demi kepuasan batin.
  • Sebagai sarana peribadatan atau media untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta.
  • Sebagai sarana komunikasi di dalam suatu kelompok masyarakat.
  • Memberikan edukasi kepada masyarakat, baik secara tersirat maupun secara tersurat.
  • Sebagai media untuk mengenang atau melestarikan budaya bangsa Indonesia.

Jenis-Jenis Seni Rupa

"Jenis-Jenis

Setelah memahami pengertian dan fungsinya, tentunya kita juga perlu mengetahui apa saja jenis-jenis seni rupa tersebut. Berikut ini adalah penjelasannya:

1. Seni Rupa Murni

Ini adalah suatu cabang seni yang menghasilkan karya yang lebih fokus pada nilai keindahan atau estetisnya saja, dan tidak memperdulikan nilai-nilai praktis dari karya yang dibuat. Adapun beberapa contoh yang termasuk ke dalam jenis seni ini adalah sebagai berikut;

  • Seni lukis
  • Seni grafis
  • Seni kaligrafi
  • Seni patung
  • Seni keramik

2. Seni Desain

Seni desain adalah cabang seni yang berhubungan dengan proses kreatif dalam merencanakan atau merancang bentuk. Beberapa yang termasuk di dalam seni desain adalah sebagai berikut;

  • Arsitektur
  • Desain interior
  • Desain busana
  • Desain visual
  • Desain busana

3. Seni Kriya

Seni kriya adalah suatu karya seni yang diciptakan dengan menggunakan keterampilan tangan serta memperhatikan nilai seni dan aspek fungsional suatu karya yang dihasilkan. Beberapa yang termasuk seni kriya adalah sebagai berikut:

  • Kriya rotan
  • Seni pahat dan ukir kayu
  • Kerajinan kriya bambu
  • Kriya keramik
  • Kriya logam
Demikianlah penjelasan ringkas mengenai pengertian seni rupa, unsur-unsur, fungsi, serta jenis-jenisnya. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kamu.

Kamis, 08 Oktober 2020

                    Permainan Bola Kecil

Macam – Macam Pengertian Permainan Bola Kecil Adalah  – Dalam olahraga terdapat banyak bidang yang mana salah satunya yakni berhubungan dengan bola. Cabang olahraga menggunakan bola ini ada yang besar dan kecil. Macam-macam permainan bola besar seperti misalnya sepak bola, bola voli, bola basket, dan sebagainya.
Sementara itu untuk macam-macam permainan bola kecil adalah baseball, soft ball, tenis meja, golf, dsb. Sebagian besar olahraga dengan menggunakan bola kecil disebut dengan permainan  bola kecil meskipun termasuk kedalam cabang olahraga, namun aplikasinya lebih kepada permainan yang mana ditujukan untuk kesenangan semata.

Pengertian Bola Kecil:

Permainan bola kecil adalah sebuah permainan yang menggunakan bola berukuran kecil dalam pelaksanaannya permainan ini menggunakan alat pendukung seperti raket, tongkat dan bet.

Namun banyak cabang olahraga permainan juga dilombakan baik dalam skala nasional atau internasional. Banyak juga atlet berbakat di bidang olahraga ini yang mana memang tidak setenar atlet dari cabang olahraga lainnya seperti sepak bola. Kebanyakan memang untuk cabang olahraga semacam ini kurang dikenal oleh masyarakat meskipun kenyataannya masyarakat memainkannya.

Macam-macam permainan bola kecil adalah banyak macamnya. Berikut ini adalah macam-macam permainan bola kecil dan beberapa penjelasan singkatnya.

Macam Macam Permainan Bola Kecil:

1. Tenis meja.

Tenis MejaJenis olahraga yang menggunakan bola ping-pong dengan berat yang ringan dan ukuran diameter 40 mm. Olahraga ini termasuk ke dalam jenis olahraga indoor. Permainan dilakukan dua orang dengan mengggunakan prinsip yang sama dengan voli yakni bola harus melewati net dan tidak keluar garis. Namun bedanya disini bola harus memantul sekali.

2. Tenis lapangan.

Permainan ini menggunakan bola kecil dan dimainkan dengan menggunakan raket. Pemainnya bisa tunggal ataupun ganda. Area tenis dibatasi dengan net. Permainan ini juga ada turnamen internasionalnya.

3. Golf.

GolfGolf banyak dipakai untuk permainan masyarakat kelas atas. Permainan ini tidak membutuhkan peralatan yang sangat mahal, hanya saja lokasi yang dibutuhkan sangat luas dan menyewa lokasi untuk olahraga ini tidaklah murah.properti terdiri dari bola putih khusus golf dan tongkat pemukul.

4. Baseball.

BaseballOlahraga jenis permainan ini merambah ke tingkat internasional. Bola berdiameter 7,3 cm digunakan dalam permainan ini yang mana cukup berat. Dikarenakan lokasi bermainnya terbuka maka menggunakan sarung tangan dan topi untuk menghalau sinar matahari.

5. Bola kasti.

Permainan ini mirip dengan baseball. Terdapat dua kelompok yang mana tiap kelompok memiliki pemukul dan pelempar bola. Selain memiliki penjaga di setiap titik, dalam permainan ini setidaknya memiliki jumlah kelompok yang sama untuk kedua kubu

6. Kricket.

KricketPermainan ini ada di negara-negara Eropa. Permainan yang dimainkan mirip dengan permainan kasti atau baseball, namun memang bola yang digunakan berbeda. Yakni dibungkus dengan kemasan laon sehingga bentuknya tidak lagi bulat.

7. Softball.

Permainan SoftballPermainan bola kecil yang dilakukan oleh 2 regu, setiap regu terdiri dari 9 pemain dengan tugas yang berbeda beda. Sedangkan untuk wasit yang yang ada di dalam permainan ini minimal 1 dan 7 hakim pembantu untuk mengawasi jalannya pertandingan, untuk lebih lengkap bisa dilihat pada artikel permainan softball ini.

8. Bilyard.

BilyardJenis permainan ini memerlukan konsentrasi yang cukup tinggi, permainan di lakukan di atas meja dengan menggunakan stick yang berfungsi untuk menyodok bola putih dan memasukkan bola lainnya ke 6 lubang yang ada di meja.


9. Sepak Takraw.

Permainan Sepak TakrawSepak Takraw adalah jenis olahraga permainan yang merupakan gabungan dari sepak bola dan bola voli. Untuk pelaksanaannya biasanya dimainkan di lapangan bulu tangkis ganda dan menggunakan bola yang terbuat dari rotan. Lihat juga : 43 macam Permainan Tradisional.

10. Bulu Tangkis.

BadmintonBadminton atau bulu tangkis adalah permainan yang dilakukan oleh dua tim berlawanan, ada yang kategori ganda putra, putri dan campuran serta kategori tunggal putra dan putri. Indonesia merupakan salah satu negara yang kuat akan tim bulu tangkisnya, hampir setiap kejuaraan olimpiade Indonesia selalu mendapatkan emas di cabang bulu tangkis.

11. Hockey.

HockeyPermainan Hockey merupakan jenis olahraga beregu baik regu putra maupun putri. Dalam pelaksanaannya terdiri dari 2 kategori yaitu hockey Es dan Hockey Lapangan, namun dalam prinsinya sama. Untuk nama Induk Hoki Internasional adalah International Ice Hockey Federation.

12. Tolak Peluru.

Tolak Peluru juga termasuk dalam kategori olahraga atletik. Untuk penilaiannya berdasarkan titik terjauh hasil lemparan dari bola besi, untuk pemainnya harus mempunyai kekuatan tangan yang kuat dan teknik yang benar agar menghasilkan lemparan yang maksimal.

Diatas dijelaskan bahwa macam-macam permainan bola kecil adalah golf, baseball, tenis meja, tenis lapangan, dan sebagainya. Semuanya telah menjadi permainan internasional yang mana kerap dilombakan di kancah internasional. Demikian artikel terkait olahraga permainan, semoga bisa membawa manfaat bagi pembaca.

Rabu, 07 Oktober 2020

 Pengertian Jalan Cepat Beserta Tekniknya

Apakah anda tahu apa itu jalan cepat? Sebenarnya olahraga jalan cepat tidak jauh berbeda dengan cabang olahraga lari, hanya saja cara melakukannya yakni hanya dengan berjalan dengan kecepatan tertentu. Seperti yang anda tahu bahwa ketika seseorang berlari, telapak kakinya akan melayang yang juga akan membuatnya jarang menginjak tanah. Sementara untuk olahraga jalan cepat, telapak kaki akan sering bersentuhan dengan tanah.

Meskipun sekilas nampak beda, namun kedua jenis olahraga ini telah sama-sama masuk kedalam olahraga lagi yang tidak jarang juga diperlombakan di beberapa tempat atau ajang perlombaan. Pada kesempatan ini kami akan membahas lebih lengkap seputar jalan cepat, namun sebelum itu kami ingin membahas terlebih dahulu mengenai pengertian jalan cepat.

Pengertian jalan cepat atau yang juga disebut dengan istilah Race Walking merupakan sebuah gerakan maju dimana kaki akan melangkah dengan hubungan yang tidak terputus dengan tanah. Ketika seseorang berjalan cepat, maka ia harus memastikan bahwasanya kaki depan harus selalu menyentuh tanah sebelum kemudian kaki belakang akan meninggalkan atau tidak menginjak tanah.

Pada saat satu kaki berada di tanah, maka posisi kaki tersebut harus lurus atau tidak boleh bengkok serta tumpuan kaki juga harus berada pada posisi lurus. Biasanya perlombaan jalan cepat akan menempuh jarak kurang lebih 3000 atau bahkan sampai 100 kilometer.

Setelah mempelajari mengenai pengertian atau definisi dari lari cepat, maka berikut ini harus juga harus paham mengenai apa saja teknik dasar jalan cepat yang wajib dipelajari dan dikuasai oleh setiap atlet lari jalan cepat agar ia bisa menjadi atlet yang bisa diandalkan.

1. Teknik awalan

Umumnya, hal dasar yang harus dipelajari oleh seorang atlet lari adalah teknik awalan karena hal ini merupakan pondasi atau teknik dasar yang harus dilakukan sebelum melangkah ke teknik selanjutnya. Dengan mempelajari teknik awalan yang benar dan sesuai aturan, maka anda juga bisa mempelajari tentang cara menjadi atlet lari Indonesia yang bisa diandalkan di cabang olahraga lari.

Langkah-langkah yang harus anda lakukan adalah sebagai berikut:

  • Atlet harus bersikap bersedia yakni dengan berdiri pada belakang garis
  • Ketika wasit telah memberikan isyarat, maka atlet harus meletakkan salah satu kakinya dengan posisi lurus ke belakang sementara untuk kaki yang lain harus digerakkan ke depan. Gerakan ini masih berada di belakang garis dan jangan lupa untuk sedikit menekuk.
  • Posisi badan anda harus lurus dengan sedikit maju ke depan, dan untuk posisi kedua tangan anda harus dalam keadaan rileks. Pada tahap ini berat badan harus bertumpu pada kaki sebelah kanan.
  • Ketika mendengar bunyi “Ya” atau pistol, atlet harus menggerakkan kakinya ke depan dan jangan lupa untuk mengayunkan tangan ke arah belakang dan juga ke depan secara bergantian.

2. Teknik langkah kaki

Teknik ini berhubungan dengan langkah kaki anda pada saat jalan cepat. Anda harus menggerakkan kaki ke arah depan dimana berat badan nantinya harus bertumpu pada paha. Pada saat menggerakkan kaki ke depan, maka anda harus menekuk lutut bersamaan dengan ayunan kaki anda.

Selain itu, pada saat kaki menyentuh tanah, anda jangan sampai lupa bahwa yang harus mendarat terlebih dahulu yakni bagian tumit dan kemudian disusul dengan ujung kaki.

3. Teknik akhiran

Pada tahap atau teknik ini, anda harus tahu bahwasanya anda tidak diperbolehkan untuk langsung berhenti ketika anda sudah sampai pada garis finish. Akan tetapi, anda harus tetap melakukan gerakan atau lari jalan cepat tersebut sampai kurang lebih berjarak 5 meter dari garis finish dan barulah anda boleh berhenti.

Pada tahap ini pun anda disarankan untuk semakin memperlambat gerakan anda ketika anda sudah sampai pada garis finish. Hal ini bertujuan agar supaya otot atau kaki anda tidak sampai kaget ketika anda berhenti atau tidak berjalan cepat lagi.

Demikian informasi yang bisa kami berikan mengenai pengertian jalan cepat beserta tekniknya, anda juga jangan sampai lupa untuk membawa perlengkapan olahraga lari karena hal ini juga merupakan salah satu bagian terpenting yang harus dipersiapkan seorang atlet lari.

Selain itu, ada beberapa hal yang harus anda perhatikan pada saat anda menekuni olahraga lari cepat, antara lain:

  • Sikap tubuh anda harus dipastikan menghadap ke depan dengan posisi lurus karena hal ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan tubuh dan juga anda akan tahu kapan anda harus menggerakkan tubuh anda ke depan maupun juga ke belakang.
  • Posisi kepala harus tetap stabil dan jangan sampai terpengaruh oleh gerak karena kepala juga merupakan bagian penting untuk menjaga keseimbangan tubuh anda.
  • Langkahkan kaki dengan pas, yakni tidak terlalu jauh atau juga tidak terlalu dekat.
  • Lengan anda harus diayunkan secara rileks dengan siku membentuk sudut 90 derajat.


Selasa, 29 September 2020

Seni Teater: Pengertian, Sejarah, Unsur-Unsur, dan Jenis Teater

 KARYA SENI TEATER

A. Pengertian Seni Teater

Apa yang dimaksud dengan seni teater? Secara umum, pengertian seni teater adalah suatu jenis kesenian dalam bentuk pertunjukan drama yang dipentaskan di atas panggung. Secara etimologis, pengertian teater adalah suatu gedung atau auditorium yang digunakan untuk pertunjukan drama.

Pendapat lain mengatakan pengertian seni teater adalah seni drama yang menampilkan perilaku manusia dengan gerakan, tarian, nyanyian, serta dialog dan akting dari para pemainnya.

Istilah teater dapat didefinisikan secara luas dan sempit, yaitu:

Secara luas; seni teater adalah keseluruhan peran dan adegan akting yang dipertunjukkan di atas penggung di depan para pentonton. Contohnya; akrobat, dagelan, ketoprak, wayang, sintren, dan lainnya.

Secara sempit; seni teater adalah adegan yang mempertunjukkan tentang kisah hidup seseorang dan dipertontonkan kepada khalayak umum di atas panggung sesuai dengan naskah yang dibuat.

B. Sejarah Singkat Teater

Kata teater dalam bahasa Indonesia diadopsi dari bahasa Inggris, yaitu ‘theater‘ atau ‘theatre‘ dan juga dari bahasa Perancis ‘théâtre‘. Sedangkan asal-usul kata teater adalah dari bahasa Yunani, yaitu theatron (θέατρον) yang artinya tempat menonton.

Sebenarnya tidak ada yang mengetahui kapan dan dimana pertunjukan teater pertama kali dilakukan. Namun, ada teori yang menyebutkan bahwa asal muasal teater adalah:

Dari Upacara Agama Primitif; upacara dalam agama primitif mengandung unsur cerita yang kemudian berkembang menjadi sebuah pertunjukan teater.

Dari Nyanyian Menghormati Pahlawan; setiap upacara penghormatan terhadap seorang pahlawan biasanya disertai dengan kisah riwayat hidup sang pahlawan. Hal tersebut kemudian diperagakan menjadi dalam bentuk teater.

Dari Kegemaran Manusia Mendengar Cerita; pada umumnya manusia menyukai kisah-kisah hidup orang lain yang inspiratif dan menegangkan. Misalnya kisah kepahlawanan, kisah perburuan, kisah percintaan, dan lain-lain.

Salah satu naskah teater tertua di dunia yang ditemukan berasal dari Mesir. Naskah tersebut berasal dari jaman peradaban Mesir Kuno sekitar 2000 tahun sebelum Masehi yang ditulis oleh seorang pendeta bernama I Kher-nefert.

Menurut para peneliti, naskah yang ditulis oleh I Kher-nefert tersebut dibuat untuk sebuah pertunjukan teater ritual di kota Abydos. Naskah tersebut dinamakan dengan “Naskah Abydos” dimana di dalamnya menceritakan tentang pertarungan antara dewa baik dengan dewa jahat.

Para peneliti juga menemukan bahwa pertunjukan teater Abydos terdapat beberapa unsur teater, seperti; pemain, naskah, jalan cerita, dialog, musik, tata busana, tarian, nyanyian, serta berbagai properti para pemainnya (topeng, tombak, tameng, kapak, dan lainnya).

C. Unsur-Unsur Seni Teater


Seni teater terbentuk dari unsur-unsur di dalamnya. Mengacu pada pengertian teater, adapun beberapa unsur teater adalah sebagai berikut:

1. Unsur Internal
Unsur internal teater adalah semua hal yang berhubungan langsung dengan keberlangsungan pementasan teater. Adapun unsur internal teater tersebut antara lain:
1. Naskah atau Skenario; yaitu isi dan alur cerita yang akan dipentaskan.
2. Pemain; yaitu para pemeran yang memainkan peran tokoh tertentu, baik itu tokoh utama, protagonis, antagonis, dan pemain figuran.
3. Sutradara; yaitu pihak yang bertanggungjawab mengatur jalannya pementasan dan teknik pembuatan teater.
4. Pentas; yaitu semua hal yang mendukung pementasan teater, seperti; panggung, dekorasi, properti, dan perlengkapan lainnya.
5. Properti; yaitu semua perlengkapan dan peralatan yang dibutuhkan dalam pementasan teater, seperti; meja, kursi, dan peralatan para pemain.
6. Penataan; yaitu semua hal yang berhubungan dengan penataan panggung, tata rias, busana, tata suara, pencahayaan, dan lainnya.

2. Unsur Eksternal
Unsur eksternal teater yaitu semua pihak yang mengatur hal-hal yang berhubungan dengan pementasan teater. Adapun unsur eksternal teater tersebut antara lain:
1. Sutradara/ Direktor; yaitu pihak yang bertanggungjawab untuk mencari, mengarahkan, dan mempersiapkan para pemain sesuai dengan isi cerita, serta mempersiapkan para kru.
2. Stage Manager; yaitu pihak yang bertanggungjawab untuk membantu sutradara dalam memimpin pementasan.
3. Staf Produksi; yaitu pihak yang bertanggungjawab atas produksi, penetapan personel, anggaran biaya, fasilitas, dan lain sebagainya.
4. Desainer; yaitu pihak yang bertanggungjawab atas kebutuhan desain pementasan. Mulai dari panggung, penataan cahaya, kostum, dan perlengkapan lainnya.
5. Crew; yaitu pihak yang bertanggungjawab atas berbagai pekerjaan, mulai dari perlengkapan, tata ruangan, pencahayaan, tata musik, dan lainnya.

C. Jenis-Jenis Teater


Teater dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis. Secara umum, adapun jeni-jenis teater adalah sebagai berikut:

1. Teater Dramatik; yaitu jenis teater yang sangat memperhatikan detail tempat dan latar belakang isi ceritanya. Jenis teater ini umumnya menampilkan sebuah kisah senyata mungkin, dan hampir tidak ada unsur improvisatoris.

2. Drama Musikal; yaitu jenis teater yang mengkolaborasikan seni peran dengan seni musik dan tarian.

3. Teater Boneka; yaitu jenis pertunjukan yang menggunakan boneka sebagai pemeran tokoh di dalam ceritanya, baik itu boneka tangan, boneka kayu, maupun boneka tali.

4. Teater Gerak; yaitu jenis teater yang lebih mengutamakan ekspresi wajah para pemainnya, bahkan sebisa mungkin menghilangkan unsur dialog.

5. Teatrikal Puisi; yaitu jenis pertunjukan yang mengkolaborasikan sastra puisi dengan teater dimana dalam pelaksanaannya sebuah karya seni puisi disampaikan dengen ekspresi dan lakon para pemainnya.

6. Teater Wayang Kulit; yaitu jenis pertunjukan yang dimainkan oleh dalang dengan menggunakan wayang kulit sebagai pemeran tokohnya. Teater ini menggunakan layar tipis dan lampu untuk menciptakan kesan bayangan pada wayang kulit.

Demikianlah penjelasan ringkas mengenai pengertian teater, sejarah singkat, unsur-unsur, dan beberapa jenis teater. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kamu.

sumber : https://www.maxmanroe.com/vid/umum/seni-teater.html