Rabu, 26 Agustus 2020

Pengertian Menggambar Objek dan Teknik Menggambar


Objek menggambar adalah sebuah banda atau sebagainya yang dijadikan sebagai bahan untuk menghasilkan gambar. Menggambar tidak hanya mengandalakan imaji tetapi juga terkadang membutuhkan objek sebagai patokan didalam menggambar, objek ini diambil dari alam , baik itu berupa flora dan fauna atau pula yang lainnya. Kebanyakan karya dengan cara menggambar didapat dari ingatan atau imajinasi seseorang juru gambar. Subjek yang digambar dapat berupa tampilan realistis maupun yang tidak realistis seperti potret, setengan realistis seperti karya sketsa, atau yang benar-benar mementingkan gaya gambar seperti kartun, karikatur ataupun gambar abstrak.

Berada disuatu tempat juga dapat menjadi oksplorasi dalam mencari sumber bahan atau objek gambar. Objek gambar mudah didapatkan baik dengan mengamati panorama alam, bangunan, pohon, air mancur, dan lain sebagainya . akan tetapi setiap orang memilik gaya tersendiri dalam menggambarkan sesuatu. Ada yang terfocus pada gambar realistis dan ada juga yang berfocus pada gambar sketsa, panorama dan lain sebagainya.

Walaupun banyak pelukis beraktifitas dengan hanya mengandalkan imajinasi pada saat menggambarkan sesuatu namun tidak dapat dipungkiri juga bahwa masih banyak pula orang-orang yang melukis sesuatu dengan menggunakan media atau Objek tertentu dan dapat di lihat dengan cara kasat mata dan bukan dengan imajinasinya. Yang dimaksud dengan objek menggambar ialah ialah objek yang digunakan pelukis sebagai sampel atau contoh atau modul lukisan.

Adapun beberapa contoh objek yang dapat digambar dan tidak akan ada habisnya ialah objek alam, flora dan fauna. Selain dari objek gambar , objek itu sendiri bisa menjadi sebagai sumber inspirasi dan eksplorasi  yang tak terbatas didalam aktifitas menggambar. Dalam hal menggambar ini pula terdapat bberapa hal yang perlu kita pelajari yaitu menggambar bentuk.

Menggambar bentuk artinya menggambar dengan meniru bentuk objek yang sebenarnya . atau dengan pengertian lain yaitu gambar yang dihasilkan sesuai dengan kondisi atau bentuk asli daripada objek gambar itu sendiri. Pada bidang seni rupa. Bentuk terbagi atas dua macam yaitu figurative dan non figurative yang artinya bentuk figurative adalah bentuk nyata sesuai dengan bentuk aslinya dan non figurative adalah bentuk yang tidak nyata.

Selain itu pula dapat Bentuk dapat  digolongkan kedalam beberapa bentuk lainnya misalnya :

a. Abstrak, yaitu bentuk yang tidak nyata yang tidak meniru bentuk dari yang disediakan oleh alam

b. Geometris , yaitu bentuk yang beraturan

c. Non Geometris yaitu bentuk yang tidak beraturan

d. Stilasi , yaitu bentuk yang lahir dari hasil modifikasi bentuk hewan atau tumbuhan dan lainnya seperti pada seni membatik 

e. Visual realistis atau Naturalis, Yaitu bentuk yang terdapt dialam dan dibuat sesuai dengan keadaan atau kondisi objek aslinya.

Ketika menggambar bentuk atau disebut juga dengan menggambar alam benda, yang sangat diperlukan adalah bentuknya . diperlukan kejelasn bentuk agar terlihat jelas, oleh karenanya , prinsip-prinsip dalam menggambar  alam benda sangat dijaga dan diperhatikan agar gambar yang dihasilkan juga sempurna hasilnya . biasanya menggambar bentuk dengan objek buatan manusia menggunakan objek-objek yang sederhana seperti benda-benda kecil yang memiliki bentuk yang jelas.

Penyusunan objek dalam menggambar bentuk ( Objek gambar alam benda ) seharusnya menggunakan objek-objek yang sejenis agar senada . misalnya ketika kita menggambar peralatan minum maka objek-objek yang disajikan adalah hanya benda-benda yang berkaitan dengan peralatan minum , dan jikalau pun tidak sejenis maka sebaiknya objek tersebut senada dan memiliki kaitan antara objek yang lain agar komposisinya menjadi indah.

Dan adapun komposisi objek itu sendiri biasanya dengan cara melihat banda yang diguanakn sebagai model dengan menyusun komposisinya terlebih dahulu . cara yang mudah ketika menggambar bentuk dengan model adalah menggunakan  benda-benda yang sewarna sehingga didapatkan gelap terang dan tekstur yang sama, hal ini tidak akan membaut para penggambar menjadi bingung dan salain itu pula pencahayaan juga sangat penting dalam penyusunan model objek, misalnya pencahayaannya berasal dari samping atau sudut miring 45 derajat dari garis datar antra seniman dan objek gambarnya agar terlihat bagus sisi gelap dan terang objek tersebut.

Dalam penempatan objek gambar juga perlu diperhatikan menganai penembatan objek yang akan digambar itu sendiri , misalnya ketika menempatkan objek sebaiknya tidak menggunakan background yang rumit agar tidak  mengganggu kejelasan daripada objek gambar itu sendiri.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai pengertian dan Objek gambar diatas semoga ada manfaatnya dan dan dapat menjadi referensi untuk semuanya .selamat belajar dan selamat menggambar.

Contoh menggambar objek langsung https://www.youtube.com/watch?v=sWpQjLxQl50

Sekian dan Terimakasih, semoga bermanfaat.
Sumber : KEMENDIKBUD 

sumur 

Rabu, 19 Agustus 2020

Minuman Sehat Herbal


Lemon Madu Jahe (herbal batuk)

Bismillah,., ini salah satu ramuan herbal yang enak dan disukai anak2. Khasiatnya juga banyak. Selain tuk mengobati batuk, bila diminum rutin setiap pagi maka sangat baik tuk detoksifikasi pencernaan. Selain itu madu dan jahe juga baik untuk antibody. Cocok diminum hangat maupun dingin sama nikmatnya. Resep ini dapt dinikmati setelah minimal 4 hari pendiaman dan bisa tahan 2 bulan di lemari es.


Bahan-bahan

  1. 300 gr madu asli
  2. 2 buah lemon
  3. 6 cm jahe

Langkah

  1. 1. Mula-mula kita membersihkan lemonnya dulu tuk menghilangkan rasa pahit pada kulitnya.

  2. 2. Setelah dicuci bersih dibawah air mengalir, gosok dengan garam seluruh permukaan kulit lemon. Setelah itu bilas.

  3. 3. Didihkan air, rebus lemon utuh selama 3 menit. Aduk agar semua permukaannya terendam.

  4. 4. Cincang kasar jahe yang sudah dibersihkan. Iris tipis setipis mungkin lemon yang sudah direbus tadi. Masukkan dalam wadah/toples yang memiliki penutup.

  5. 5. Tuang madu ke dalam wadah. Aduk dengan sendok kayu atau sumpit. Jangan diaduk menggunakan sendok aluminium yah. Tutup rapat. Diamkan minimal 4 hari di lemari es.

  6. 6. Setelah 4 hari, tuang 2 sendok larutan ke dalam gelas. Tambahkan air hangat/air dingin kurang lebih 150ml. Siap diminum.

Selamat mencoba dan mempraktikkan

Rabu, 05 Agustus 2020

šŸ± Hš—®š—¹ Mš—²š—»š—°š—²š—“š—®š—µ Kš—æš—®š—ŗ Sš—®š—®š˜ Lš—®š—æš—¶

Jika kamu salah satu yang sering mengalami kram, mungkin kamu bisa mencoba tips berikut.

1. Tetap terhidrasi
Sebuah penelitian berbasis survei pada Journal of Sports Rehabilitation menemukan, kebanyakan responden mengalami kram saat mereka dehidrasi.
Jadi Pastikan tubuh anda mendapat suplay cairan saat berlari


2. Cukupi kebutuhan elektrolit tubuh

Ketika tubuh tidak mendapat cukup elektrolit, maka otot akan melemah dan terjadi kontraksi serta kram otot. Demikian dikutip dari laman Medical Daily News.

Elektrolit utama tubuh termasuk potasium, sodium, klorida, kalsium, dan magnesium.

Konsumsilah makanan yang kaya akan nutrisi tersebut, seperti pisang dan minuman elektrolit maka kamu akan memeroleh keseimbangan elektrolit.

3. Peregangan
Untuk mendapatkan elastisitas yg baik saat berlari jangan lupakan peregangan sebelum lari


4. Makan dan minum jangan terlalu banyak
makan besar atau minum terlalu banyak air dalam jangka waktu dua jam sebelum lari bisa menjadi penyebab kram perut

Sebuah studi pada 2005 di Journal of Science and Medicine in Sport menemukan, para pelari yang mengonsumsi terlalu banyak makanan dalam 1-2 jam sebelum perlombaan akan cenderung mengalami gejala sakit pada perut.


5. Perhatikan nafas
Dokter dari St. John's Hospital, University of Minnesota menulis dalam sebuah artikel di situs Runner's World.

Dia menyebut, kebanyakan kram perut reda ketika penderitanya mulai menarik nafas dalam-dalam dengan diafgrama untuk memenuhi paru-parunya dengan oksigen.


Untuk mendapatkan tips lari
Follow
Ig @pelariberjenggot
Fp Beard Indonesia

Senin, 27 Juli 2020

Pengertian Gerak Dasar Lokomotor, Non Lokomotor, dan Manipulatif



Gerak dasar fundamental (fundamental basic movement) menurut Harrow (1972) adalah pola gerak yang inheren yang membentuk dasar-dasar untuk keterampilan gerak yang kompleks, yang meliputi (1) gerak lokomotor; (2) gerak non lokomotor; dan (3) gerak manipulatif.

     1.   GERAK LOKOMOTOR (Locomotor Skills)
Gerak Lokomotor adalah gerakan berpindah tempat, dimana bagian tubuh tertentu bergerak atau berpindah tempat. Gerak dasar lokomotor merupakan salah satu domain dari gerak dasar fundamental (fundamental basic movement), Keterampilan lokomotor didefinisikan sebagai keterampilan berpindahnya individu dari satu tempat ke tempat yang lain. Sebagian besar keterampilan lokomotor berkembang dari hasil dari tingkat kematangan tertentu, namun latihan dan pengalaman juga penting untuk mencapai kecakapan yang matang.
Keterampilan lokomotor misalnya berlari cepat, mencongklang, meluncur, dan melompat lebih sulit dilakukan karena merupakan kombinasi dari pola-pola gerak dasar yang lain. Keterampilan lokomotor membentuk dasar atau landasan koordinasi gerak kasar (gross skill) dan melibatkan gerak otot besar.
Gerakan-gerakan lokomotor adalah gerakan-gerakan yang pergi ke mana saja. Para ahli mendefinisikan gerakan lokomotor sebagai gerakan-gerakan yang menyebabkan tubuh berpindah tempat atau mengembara dalam berbagai ruang, sehingga dalam bahasa Inggris disebut jugaTraveling. Ini tentunya merupakan kebalikan dari gerakan non-lokomotor, yang tidak menyebabkan tubuh berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Gerakan lokomotor merupakandasar bagi perkembangan koordinasi gerakan yang melibatkan otot-otot besar (gross-muscles), pertumbuhan otot, daya tahan dan stamina.

     2.   GERAK NONLOKOMOTOR (non Locomotor Skills)
Gerakan non-lokomotor dapat diartikan juga sebagai keterampilan stabil, gerakan yang dilakukan tanpa atau hanya sedikit sekali bergerak dari daerah tumpuannya.  Dapat juga didefinisikan sebagai gerakan-gerakan yang dilakukan dengan gerakan yang memerlukan dasar-dasar penyangga yang minimal atau tidak memerlukan penyangga sama sekali atau gerak tidak berpindah tempat. Gerakan stabilisasi ( nonlokomotor ) termasuk didalamnya, seperti : Stretching dan Bending, Twisting dan Turning, Swinging dan Swaying, Pushing dan Pulling. 
Gerak pemanasan yang telah kita pelajari sebelumnya merupakan gerak non lokomotor.

     3.   GERAK MANIPULATIF
Gerak manipulatif melibatkan tindakan mengontrol suatu objek khususnya dengan tangan dan kaki. Ada dua klasifikasi keterampilan dari gerak manipulatif, yaitu reseptif dan propulsif.Keterampilan reseptif adalah menerima suatu objek seperti menangkap dan keterampilan propulsif memiliki ciri pengerahan gaya atau kekuatan terhadap suatu objek, seperti memukul, melempar, memantul atau menendang.
Walaupun sebagian besar keterampilan manipulatif menggunakan tangan dan kaki, tetapi bagian-bagian tubuh yang lain juga dapat digunakan. Manipulasi terhadap objek tertentu mengarah pada koordinasi mata-tangan dan mata-kaki yang lebih baik, terutama penting untuk gerakan-gerakan yang mengikuti jalan atau alur (tracking) pada tempat terentu.
Keterampilan manipulatif merupakan dasar-dasar dari berbagai keterampilan permainan (game skill). Gerakan yang memerlukan tenaga, seperti melempar, memukul, dan menendang dan gerakan menerima objek, seperti menangkap merupakan keterampilan yang penting yang dapat diajarkan dengan menggunakan berbagai jenis bola. Gerakan melambungkan atau mengarahkan objek yang melayang, seperti bola voli merupakan bentuk keterampilan manipulatif lain yang sangat penting. Kontrol terhadap suatu objek yang dilakukan secara terus menerus, seperti menggunakan tongkat atau simpai juga merupakan aktivitas manipulatif.

Beberapa gerakan pada Gerak Dasar Fundamental

Gerak Dasar

Lokomotor

non Lokomototor

Manipulatif

berjalan
berlari
meloncat
melompat
melayang
meluncur
berjingkrak
memanjat

membungkuk
meregang
memutar
mengayun
handstand
memutar tubuh
mendarat
berhenti
mengelak
keseimbangan


melempar
menangkap
menendang
menjerat/menjebak
menyerang
memvoli
melambung
memelanting
bergulir
menggelinding
menyepak

Untuk bisa melihat praktek kalian bisa klik videonya Disini

Sumber;  artikel 
Abdulkadir Ateng, 1993. Pendidikan Olahraga. Jakarta: IKIP  Jakarta.

Selasa, 21 Juli 2020

Pengertian Seni Lukis
Seni lukis adalah cabang seni rupa yang diwujudkan melalui karya dua dimensi bermediakan kanvas atau permukaan datar lain yang di isi oleh unsur-unsur pokok garis dan warna melalui cat atau pewarna dan pembubuh gambar lainnya.
Lukisan dapat berisi representasi alam seperti potret wajah, hewan, pemandangan. Bisa juga memuat gambar abstrak yang merupakan penyederhanaan bentuk alam. Atau berisi ungkapan ekspresif dari seniman berupa komposisi bentuk nonrepresentatif (tidak menyerupai apapun).
Soedarso Sp (1990: 11) mengatakan bahwa melukis adalah kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan datar dari objek tiga dimensi untuk mendapatkan kesan tertentu, dengan melibatkan ekspresi, emosi dan gagasan pencipta secara penuh.
Seni lukis merupakan pengembangan dari menggambar Lukisan memiliki corak atau gaya yang lebih rumit. Teknik dan bahan yang digunakan juga dapat lebih beragam dari menggambar pada umumnya.
Aliran Seni Lukis
Seperti yang telah diutarakan sebelumnya, lukisan memiliki ciri khas, tema, teknik yang biasa disebut dengan gaya atau aliran. Berdasarkan cara pengungkapannya, aliran dan gaya lukisan dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu: representatif, deformatif dan nonrepresentatif. Berikut penjelasan dari masing-masing pembagian tersebut:
Representatif
Representatif adalah perwujudan gaya seni rupa menggunakan keadaan nyata pada alam atau kehidupan sehari-hari manusia dalam masyarakat. Beberapa gaya atau aliran seni rupa yang termasuk dalam kategori representatif adalah:
1.  Aliran Naturalisme
Aliran seni rupa yang menggambarkan keadaan alam, melukiskan segala sesuatu sepersis mungkin dengan keadaan nyatanya, seteliti mungkin. Sehingga diperlukan kemampuan yang terlatih untuk mewujudkan karyanya. Tokoh aliran naturalisme antara lain:
  1. Wahidi
  2. Abdullah Suryobroto
  3. Basuki Abdullah
  4. Mas Pringadi
  5. Rubens
  6. John Constabel
  7. Thomas Cole
  8. William Bliss Baker
Contoh lukisan naturalisme: fallen monarchs (1886) oleh: william bliss baker

2.  Aliran Realisme
Yaitu aliran seni rupa yang memandang dunia ini tanpa ilus, dalam artian subjek atau objek yang dilukis ditampilkan apa adanya, sesuai dengan kenyataan sehari-hari, tidak di dramatisir atau dipilih hanya yang indahnya saja. Tokoh realisme antara lain:
  1. Wardoyo
  2. Trubus
  3. Tarmizi
  4. Dullah
  5. Gustave Courbet
  6. Jean-Francois Millet
  7. Edouard Manet
contoh seni lukis aliran realisme

3.  Romantisisme
Aliran ini terkadang disebut romantisme yang sebetulnya kurang tepat. Aliran ini mengungkapkan tema yang masih representatif namun dengan cara yang dramatis. Misalnya menunjukan peristiwa yang dahsyat atau kejadian-kejadian penting dalam sejarah secara dramatis. Tokoh romanticism adalah:
  1. Raden Saleh
  2. Fransisco Goya
  3. Caspar David Friedrich
  4. J.M.W Turner
Contoh karya  aliran  romantisisme: The Second of May 1808  oleh  Fransisco  Goya,  gambar  asli  diperoleh melalui  wikipedia.com
  
 Deformatif
Deformatif adalah gaya yang mengubah bentuk asli dari objek atau subjek yang dilukis, sehingga menghasilkan bentuk baru namun tidak benar-benar meninggalkan bentuk dasar aslinya. Beberapa aliran seni rupa yang termasuk dalam gaya deformatif adalah:
1. Impresionisme
Merupakan aliran yang hanya menggambarkan kesan sederhana dari apa yang dilukiskan.  Tokoh aliran impresionisme adalah:
  1. S. Sudjojono
  2. Claude Monet
  3. Paul Cezanne
  4. Paul Gauguin
  5. Georges Seurat
Contoh  karya  aliran  impresionisme: Woman with a Parasol. wikipedia.com

2. Surealisme
Adalah aliran seni rupa yang mengubah sesuatu yang nyata menjadi tampak tidak nyata seperti menggambarkan manusia yang melayang. Sehingga gambar yang terdapat dalam luksan tampak seperti pada mimpi. Tokoh surealisme antara lain:
  1. Salvador Dali
  2. Rene Magritte
  3. Frida Kahlo
Contoh Karya Aliran Seni Lukis Surealisme: The Persistence of Time oleh Salvador Dali, gambar asli diperoleh melalui: wikiart.org

3. Kubisme
Merupakan aliran seni rupa yang menyederhanakan objek nyata menjadi ke-kubus-kubus-an (bidang segi empat) atau objek geometris lainnya. Tokoh kubisme antara lain:
  1. Pablo Picasso
  2. Georges Braque
  3. Juan Gris
contoh lukisan aliran kubisme

4. Ekspresionisme
 Merupakan aliran seni rupa yang menonjolkan ungkapan dari dalam jiwa. Ekspresionisme lebih mementingkan ekspresi individu seniman dibandingkan dengan peniruan alam. Tokoh-tokoh ekspresionisme meliputi:
  1. Affandi
  2. Edvard Munch
  3. Ernst Ludwig Kirchner
Contoh aliran Ekspresionisme: The Scream oleh: Edvard Munch (1893-1910)

Nonrepresentatif
Nonrepresentatif adalah gaya yang tidak merepresentasikan sesuatu yang merupakan kebalikan dari representatif. Bentuk dasar dari gaya ini sudah meninggalkan bentuk aslinya atau tidak menirukan alam sama sekali. Lukisan hanya di isi oleh bentuk-bentuk geometris sederhana, kumpulan garis, atau hanya berupa blok-blok warna yang terbebas dari bentuk alam seperti potret wajah manusia, pemandangan, dsb. Aliran-aliran nonrepresentatif antara lain:
1. Abstrak Ekspresionisme
Aliran yang menggunakan ekspresi spontan untuk menciptakan karya abstrak. Pelukis abstrak ekspresionisme menumpahkan cat langsung ke kanvas, mencipratkan cat dengan tongkat, dsb. Tokoh-tokoh Abstrak Ekspresionisme antara lain:
  1. Jackson Pollock
  2. Willem de Kooning
  3. Mark Rothko
  4. Helen Frankenthaler
  5. Clyfford Still
Contoh aliran abstrak ekspresionisme: Number 5 oleh Jackson Pollock, gambar asli diperoleh melalui: jackson-pollock.org

2. Formalisme
Aliran yang hanya menggunakan bentuk-bentuk dasar geometris seperti segi empat, persegi panjang, segitiga atau hanya garis. Tokoh formalism antara lain:
  1. Jasper Johns
  2. James McNeill Whistler
Contoh aliran abstrak formalisme: Blue Green and Brown oleh Mark Rothko, Gambar diperoleh melalui: mark-rothko.org

Tema Seni Lukis
Secara umum, dapat dikatakan terdapat 6 tema dalam seni lukis, yaitu:
  1. Hubungan antara manusia dengan dirinya.
    Seni lukis dapat digunakan untuk menuangkan ide atau gagasan dari seniman itu sendiri. Terkadang seniman menggunakan potret wajah dirinya sendiri sebagai objek atau subjek lukisan.
  2. Hubungan antara Manusia dengan Manusia Lain.
    Terkadang seorang pelukis juga mengekspresikan cita-rasa keindahan menggunakan orang-orang yang ada disekitarnya. Orang-orang tersebut bisa jadi orang terdekat seperti istri/suami, anaknya, orangtua, saudara, teman atau siapapun itu.
  3. Hubungan antara Manusia dengan Alam Sekitarnya.
    Alam sekitar seniman dapat menjadi objek atau subjek yang menarik untuk menjadi tema lukisannya. Pemandangan gunung, hutan, laut, sungai, perkampungan, hingga kota.
  4. Hubungan antara Manusia dengan Benda.
    Benda-benda yang ada di sekitar kita juga dapat memiliki keunikan dan keindahan tersendiri sebagai sumber inspirasi melukis. Kita tidak pernah tahu karya seunik apa yang dapat dihasilkan dengan menggunakan berbagai benda keseharian yang ada di sekitar.
  5. Hubungan antara Manusia dengan Aktifitasnya.
    Aktifitas kehidupan sehari-hari yang beragam terkadang mencetuskan suatu ide untuk melukis. Kegiatan manusia dapat digambarkan secara langsung pada karya lukis, atau hanya menginspirasi terhadap ekspresi dan emosi yang ingin dikeluarkan oleh seniman.
  6. Hubungan antara Manusia dengan Alam Khayal.
    Imajinasi atau khayalan yang terkadang tiba-tiba melintas atau direnungkan, baik secara sadar ataupun tidak sadar (saat tertidur) merupakan inspirasi dan tema yang luar biasa untuk dilukis.
Referensi
  1. Soedarso, Sp. (1990). Tinjauan Seni. Yogyakarta: Saku Dayar Sarana.